Kamis, 23 Mei 2013

Analisi Pedigree dan alel ganda



A.  Tujuan                                                                                                               
Adapun tujuan dari praktikum ini yaitu untuk menganalisis silsilah keluarga untuk pola dominan autosomal, menganalisis silsilah keluarga untuk pola resesif autosomal, serta membandingkan ciri pola pewarisan antara dominan autosomal dan resesif autosomal melalui silsilah keluarga.
B.  Dasar Teori
Agar supaya pewarisan sifat keturunan yang terdapat di dalam suatu keluarga dapat diikuti untuk beberapa generasi, maka perluh sekali dibuat suatu diagram silsilah (Pedigree chart), dari keluarga itu. Diagram silsilah yang pertama-tama dikenal terbuat dari tanah liat, ditemukan di Iran dan diduga berasal dari tahun 3100 sebelum Masehi. Beberapa analisa tentang diagram silsilah pada manusia telah dimulai pada akhir abad ke-19 oleh Francis Galton (Suryo, 2010).
Silsilah merupakan alat yang paling banyak digunakan bagi penelitian dan gambaran pewarisan sifat-sifat manusia dan standar simbol-simbol tertentu telah disusun oleh para ahli dalam publikasinya. Untuk sebagian besar, kita akan menggunkaan silsilah mengenai penyakit yang diturun temurunkan dari pada sifat-sifat normal, tiada karena didapatkan lebih banyak dokumen mengenai silsilah penyakit dan kondisi abnormal. Pentingnya peta silsilah tidak terbatas pada penentuan sifat genetis suatu kondisi. Bila timbul kondisi yang tidak biasa dalam keluarga, khususnya jika kondisi itu merugikan individual, pertanyaan pertama adalah apakah kondisi itu diturunkan atau tidak (Anna, 1985).
Suatu silsilah adalah pendataan sistematis (baik berupa kata-kata atau simbol) mengenai nenek moyang individu tertentu, atau bias juga merupakan pohon keluarga untuk sejumlah besar individu. Bisanya wanita dinyatakan dengan bulatan dan laki-laki dengan persegi empat. Perkawinan ditunjukkan dengan garis-garis horsontal antara dua individu. Keturunan dari suatu perkawinan dihubungkan oleh garis vertical pada garis perkawinan. Tiap generasi ditempatkan pada suatu baris terpisah yang diberi label angka romawi (William, 1991).
Pedigree atau dapat diterjemahkan sebagai 'Silsilah', adalah catatan/ rekaman dalam bentuk diagram yang menunjukkan asal usul keturunan suatu hasil pembiakan.Dalam bidang genetika, diagram silsilah digunakan untuk melacak hal-hal seperti ciri spesifik, sifat bawaan, kelainan genetika dan pewarisan penyakit pada suatu keluarga atau garis keturunan. Lambang-lambang yang telah baku digunakan untuk menyatakan laki-laki, perempuan, perkawinan dan keturunan. Perkawinan dinyatakan dengan garis penghubung horizontal antara laki-laki dan perempuan, sedangkan keturunan diletakkan pada baris berikutnya dengan susunan berurutan dari kiri ke kanan menurut tanggal kelahiran dan dihubungkan vertikal ke garis perkawinan kedua orang tuanya. Pewarisan karakter yang dipelajari dinyatakan dengan garis penghubung tebal, dan ketidakhadiran karakter ditunjukkan dengan simbol terbuka (Sinta, 2011).
C.  Metode Praktikum
Adapun metode praktikum pada praktikum ini adalah sebagai berikut:
1.      Alat dan Bahan
Adapun alat yang digunakan pada praktikum ini adalah data keluarga masing-masing praktikan untuk sifat telinga menggantung dan data keluarga masing-masing praktikan untuk sifat lidah melipat.
Adapun bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah mistar dan ketas.
2.      Cara kerja
Adapun cara kerja pada praktikum ini yaitu:
1.      Menyiapkan alat dan bahan yang akan  di gunakan dalam praktikum.
2.      Menyusun data masing-masing ke dalam bentuk silsilah keluarga.
3.      Mengumpulkan silsilah-silsilah keluargan antara anggota kelompok.
4.      Mengelompokkan silsilah keluarga untuk sifat dominan autosomal dan silsilah keluarga untuk sifat resesif autosomal.
5.      Mengamati dan menganalisis pewarisan untuk sifat dominan autosomal pada kelompok silsilah dominan autosomal.
6.      Mengamati dan menganalisa pewarisan untuk sifat resesif autosomal pada kelompok silsilah resesif autosomal.
7.      Membandingkan dan menganalisa antara silsilah dominan autosomal dan silsilah resesif autosomal.
3.      Waktu dan Tempat
Adapun waktu dan tempat dilakukannya praktikum ini yaitu :
Hari/ Tanggal    : Rabu/ 16 Jannuari 2013
Pukul                : 13.00 – 15.00 WITA
Tempat             : Laboratorium Zoologi lantai II
Fakultas Sains dan  Teknologi
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Samata-Gowa.
D.  Hasil pengamatan
Adapun hasil pengamatan adalah sebagai berikut:
a.    Dominan Autosomal
1.      Uswatul hasanah


                                                                    










2.      A. Nurfadhillah


                                                                    






3.      Abd Rukman


                                                                    






4.      Lutfiah rahim


                                                                    





5.      Firmansyah


                                                                    







b.    Resesif Autosomal
1.      Uswatul hasanah


                                                                    






2.      A. Nurfadhillah
                                                                    





3.      Abd rukman


                                                                    






4.      Lutfiah rahim


                                                                    





5.      Firmansyah


                                                                    







Keterangan :
                        Telinga Menggantung laki-laki
                        Telinga Menggantung perempuan
                        Telinga Menempel laki-laki
                        Telinga Menempel perempuan
                        Lidah Melipat laki-laki
                        Lidah Melipat perempuan
                        Lidah tidak melipat laki-laki
                        Lidah tidak melipat perempuan
E.  Pembahasan
Sebuah silsilah (pedigree) adalah daftar sistematik (baik berupa tanda atau simbol) nenek moyang suatu individu  tertentu atau biasa juga merupakan “pohon keluarga” bagi banyak individu. Sudah menjadi kebiasaan untuk melambangkan perempuan atau betina dengan lingkaran sedang laki-laki dengan kotak. Perkawinan ditunjukkan sebagai garis horizontal antara dua individu.
Praktikum ini analisis pedigree merupakan analisis silsilah keluarga yang memiliki tujuan untuk menganalisis pewarisan suatu sifat yang terdapat pada manusia, pola pewarisan sifat pada manusia terutama penyakit menurun. Pertimbangan terdapat pewarisan dalam silsilah keluarga yang mudah diamati antara pola pewarisan dominan autosomal dan pola resisif autosomal. Salah satu sifat pewarisannya dominan autosomal yaitu bentuk telingga yang menggantung. Dan sifat kemampuan adalah lidah yang dapat melipat.
Pada praktikum dilakukan uji telinga mengantung dan lidah melipat dalam satu kelompok hal ini terjadi karena adanya penentuan seks pada makhluk hidup yang ditentuka oleh kromosom seksnya. Terdapat beberapa macam cara yang digunakan untuk menetukan jenis kelamin makhluk hidup berdasarkan kromosom seksnya. Kromosom seks pada manusia juga memiliki banyak gen, khususnya pada kromosom X. Cara pewarisan sifatnya sama dengan pewarisan yang lain. Namun perlu diketahui bahwa alel terpaut seks dari seorang ayah akan diwarisakan kepada seluruh anakan perempuannya, tetapi anak laki-lakinya tidak akan memperoleh satupun dari alel tersebut. Selain gen-gen yang terdapat pada kromosom kelamin dikenal pula gen-gen yang dipengaruhi oleh jenis kelamin, tetapi salah satu jenis kelamin menampakkan ekspresi yang lebih besar dibandingkan dengan jenis kelamin lainnya. Keadaan yang demikian disebut sex influence genes atau biasa disebut dengan gen yang dipengaruhin jenis kelamin.
Adapun pembahasan dari setiap individu yaitu:
1.      Uswatul hasanah
Pada praktikum ini dilakukan untuk pola pewarisan dominan autosomal dan pola resesif autosomal. Salah satu sifat pewarisannya dominan autosomal yaitu bentuk telinga yang menggantung. Dan sifat kemampuan adalah lidah yang dapat melipat. Pada uji dominan autosomal yaitu bentuk telinga yang menggantung pada silsilah keluarga uswatul hasanah adalah dominan heterozigot dimana dalam silsilah keluarganya lebih banyak yang telinga menempel (Dominan heterozigot) dibandingkan yang telinga menggantung (Dominan homozigot). Jadi dapat dikatakan bahwa penelitian tersebut tidak sesuai dengan teori dimana dalam teori menyatakan bahwa pada telinga yang menggantung ditentukan oleh gen dominan pada autosom. Sedangkan pada pola resesif autosomal yaitu lidah yang dapat melipat pada keluarga uswatul hasanah adalah resesif, hal tersebut sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa pada lidah yang melipat ditentukan oleh gen resesif pada autosom.
2.      Andi Nurfadhilah
Pada uji dominan autosomal yaitu bentuk telinga yang menggantung pada silsilah keluarga Andi Nurfadhilah adalah dominan. Jadi dapat dikatakan bahwa penelitian tersebut sesuai dengan teori dimana dalam teori menyatakan bahwa pada telinga yang menggantung ditentukan oleh gen dominan pada autosom. Sedangkan pada pola resesif autosomal yaitu lidah yang dapat melipat pada keluarga Andi Nurfadhilahadalah resesif, hal tersebut sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa pada lidah yang melipat ditentukan oleh gen resesif pada autosom.
3.      Abd Rukman
Pada uji dominan autosomal yaitu bentuk telinga yang menggantung pada silsilah keluarga Abd Rukman adalah dominan heterozigot dimana dalam silsilah keluarganya seimbang antara telinga menempel (Dominan heterozigot) dengan telinga menggantung (Dominan homozigot). Jadi dapat dikatakan bahwa penelitian tersebut tidak sesuai dengan teori dimana dalam teori menyatakan bahwa pada telinga yang menggantung ditentukan oleh gen dominan pada autosom. Sedangkan pada pola resesif autosomal yaitu lidah yang dapat melipat pada keluarga Abd Rukman adalah resesif heterozigot, dimana dalam silsilah keluarganya seimbang antara lidah tidak bisa melipat (Resesif heterozigot) dengan lidah melipat (Resesif homozigot). Jadi dapat dikatakan bahwa penelitian tersebut tidak sesuai dengan teori dimana dalam teori menyatakan bahwa pada lidah melipat ditentukan oleh gen resesif pada autosomal.
4.      Lutfiah Rahim
Pada uji dominan autosomal yaitu bentuk telingga yang menggantung pada silsilah keluarga Lutfiah Rahim adalah dominan heterozigot dimana dalam silsilah keluarganya lebih banyak yang telinga menempel (Dominan heterozigot) dibandingkan yang telinga menggantung (Dominan homozigot). Jadi dapat dikatakan bahwa penelitian tersebut tidak sesuai dengan teori dimana dalam teori menyatakan bahwa pada telinga yang menggantung ditentukan oleh gen dominan pada autosom. Sedangkan pada pola resesif autosomal yaitu lidah yang dapat melipat pada keluarga Lutfiah Rahim adalah resesif, hal tersebut sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa pada lidah yang melipat ditentukan oleh gen resesif pada autosom.
5.      Firmansyah
Pada praktikum ini dilakukan untuk pola pewarisan dominan autosomal dan pola resesif autosomal. Salah satu sifat pewarisannya dominan autosomal yaitu bentuk telinga yang menggantung. Dan sifat kemampuan adalah lidah yang dapat melipat. Pada uji dominan autosomal yaitu bentuk telinga yang menggantung pada silsilah keluarga Firmansyah adalah dominan heterozigot dimana dalam silsilah keluarganya lebih banyak yang telinga menempel (Dominan heterozigot) dibandingkan yang telinga menggantung (Dominan homozigot). Jadi dapat dikatakan bahwa penelitian tersebut tidak sesuai dengan teori dimana dalam teori menyatakan bahwa pada telinga yang menggantung ditentukan oleh gen dominan pada autosom. Sedangkan pada pola resesif autosomal yaitu lidah yang dapat melipat pada keluarga Firmansyah adalah resesif, hal tersebut sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa pada lidah yang melipat ditentukan oleh gen resesif pada autosom.
Dengan demikian, pedigree dapat diterjemahkan sebagai silsilah adalah catatan atau rekaman dalam bentuk diagram yang menunjukkan asal usul keturunan suatu  hasil pembiakan. Dalam genetika, diagram silsilah digunakan untuk melacak hal-hal seperti ciri spesifik, sifat bawaan, kelainan genetika dan pewarisan penyakit pada suatu keluarga atau garis keturunan.
F.   Kesimpulan
Adapun kesimpulan pada praktikum ini yaitu pada analisa silsilah keluarga untuk pola dominan autosomal hanya terdapat pada keluarga A. Nurfadhilah dan yang lainnya adalah tidak dominan autosomal. Sedangkan untuk analisa silsilah keluarga pada pola resesif autosomal terdapat pada keluarga Uswatul hasanah, Lutfiah Rahim, Firmansyah dan A. Nurfadhillah dan pada keluarga Abd Rukman tidak resesif autosomal. Pada dominan autosomal memberikan ciri dimana telinga menggantung sedangkan pada resesif autosomal cirinya adalah lidah melipat.
G. Daftar Pustaka
Anna C. Pai, Dasar-Dasar Genetika. Jakarta : PT. Glora Aksara Pratama, 1985.
Sinta. Pedigree. Sincablog, http:// blogspot.com (Diakses pada tanggal 17 Jannuari 2013).
Suryo. Genetika Manusia. Yogyakarta : UGM Press, 2010.
William D Stansfield. Genetika Edisi Kedua. Jakarta : Erlangga, 1991.

ALEL GANDA


A.  Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum ini yaitu untuk menentukan golongan darah masing-masing praktikan serta mengamati reaksi antigen dan antibodi (serum darah).
B.  Dasar Teori
Sistem-sistem genetik yang selama ini diajukan dibatasi sampai pada satu pasang alel. Jumlah sel maksimum pada suatu lokus gen yang dimiliki setiap individu adalah dua, satu pada satiap kromosom homolog. Bila kita mendengar kata alel, maka dalam pikiran kita selalu terbayang sepasang gen yang terdiri dari 2 anggota, yang masing-masing terletak pada lokus yang sama dalam pasangan kromosom yang homolog. Letak gen pada kromosom dikenal dengan istilah Lokus. Seperti kita ketahui variasi-variasi baru terjadi karena timbulnya mutasi gen. Tetapi gen yang bermutasi tidak selalu menghasilkan varian yang sama. Misalnya gen A bermutasi menjadi a1,a2 atau a3, yang masing-masing menghasilkan fenotipe yang berlainan. Dengan demikian mutasi gen A dapat menghasilkan 4 maacam varian,sedangkan anggota alelnya bukan hanya 2, tetapi ada 4 yaitu A,a1,a2 dan a3. satu pasang alel, maka disebut alel ganda. Contoh alel ganda yang sudah banyak dikenal ialah sistem golongan darah ABO pada manusia (Suryo, 2008).
Alel ganda (multiple alleles) adalah adanya lebih dari satu alel pada lokus yang sama. Pada manusia, hewan dan tumbuhan dikenal beberapa sifat keturunan yang ditentukan oleh suatu seri alel ganda. Golongan darah ABO yang ditemukan oleh Landsteiner pada tahun 1900 dan faktor Rh yang ditemukan oleh Landsteiner bersama Weiner pada tahun 1942 juga ditentukan oleh alel ganda. Untuk golongan darah tipe ABO misalnya, dikenal oleh alel ganda IA, IB, dan i. Sebagaimana kita ketahui bahwa pengertian alel ganda ialah bahwa dalam suatu populasi individu jumlah jenis alel pada suatu lokus terdapat lebih dari dua. Contoh yang sudah cukup luas dikenal ialah golongan darah pada manusia (Hartati, 2002).
Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup (kecuali tumbuhan) tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri. Istilah medis yang berkaitan dengan darah diawali dengan kata hemo- atau hemato- yang berasal dari bahasa Yunani haima yang berarti darah (Mushawir, 2008).
Darah manusia adalah cairan jaringan tubuh. Fungsi utamanya adalah mengangkut oksigen yang diperlukan oleh sel-sel di seluruh tubuh. Darah juga menyuplai jaringan tubuh dengan nutrisi, mengangkut zat-zat sisa metabolisme, dan mengandung berbagai bahan penyusun sistem imun yang bertujuan mempertahankan tubuh dari berbagai penyakit. Hormon-hormon dari sistem endokrin juga diedarkan melalui darah. Darah manusia berwarna merah, antara merah terang apabila kaya oksigen sampai merah tua apabila kekurangan oksigen. Warna merah pada darah disebabkan oleh hemoglobin, protein pernapasan (respiratory protein) yang mengandung besi dalam bentuk heme, yang merupakan tempat terikatnya molekul-molekul oksigen (Yasa, 2009).
C.  Metode Praktikum
Adapun metode praktikum pada praktikum ini adalah sebagai berikut:
1.      Alat dan Bahan
Adapun alat yang digunakan pada praktikum ini adalah serum α, serum β, kapas dan alkohol.
Adapun bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah gelas preparat dan lancet.
2.      Metode praktikum
Adapun metode praktikum yaitu:
1.      Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam percobaan.
2.      Menekan lancet pada ujung jari, kemudian memencet ujung jari untuk mengeluarkan darahnya.
3.      Menitikkan darah di dua bagian tempat di permukaan gelas preparat.
4.      Pada titik pertama meneteskan serum A dan pada titik kedua meneteskan serum B.
5.      Memperhatikan penggumpalan yang mungkin terjadi pada salah satu titik atau dikedua titik atau malah tak terjadi penggumpalan.
6.      Membuat analisis dan kesimpulannya.
3.      Waktu dan Tempat
Adapun waktu dan tempat dilakukannya praktikum ini yaitu :
Hari/ Tanggal    : Rabu/ 16 Jannuari 2013
Pukul                : 13.00 – 15.00 WITA
Tempat             : Laboratorium Zoologi lantai II
Fakultas Sains dan  Teknologi
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Samata-Gowa.
D.  Hasil Pengamatan
Adapun hasil pengamatan pada praktikum ini yaitu:
a.       Data kelompok
Tabel 1 Daftar golongan darah kelompok I
No
Nama
Golongan darah

Antibodi

A
B
AB
O

α
β
1
Uswatul hasanah

ü   



Menggumpal
2
Lutfiah rahim



ü   


3
Abd Rukman



ü   


4
Firmansyah

ü   



Menggumpal
5
A. Nurfadhillah



ü   




b.      Data kelas
Tabel 2 Daftar lengkap golongan darah
No
Nama
Golongan darah

      Antibodi
A
B
AB
O

α
β
1
Abd Rukman



ü   


2
A.  Nurfadhillah



ü   


3
A.Te’ne Hasriana

ü   



Menggumpal
4
Asbar Hamzah

ü   



Menggumpal
5
Uswatul hasanah

ü   



Menggumpal
6
Ayu Lestari



ü   


7
Devi Armita



ü   


8
Fatimasari
ü   



Menggumpal

9
Firsmansyah

ü   



Menggumpal
10
Hafizah Al-amamah
ü   



Menggumpal

11
Hajrah
ü   



Menggumpal

12
Muh. Aldi

ü   



Menggumpal
13
Ika Wardani

ü   



Menggumpal
14
Ija Mustika Sari



ü   


15
Irda

ü   



Menggumpal
16
Indrawati Sahabaa



ü   


17
Harlina
ü   



Menggumpal

18
Hasmawati
ü   



Menggumpal

19
Lutfiah Rahim



ü   


20
Hastina
ü   



Menggumpal

21
Hasna D
ü   



Menggumpal

22
Muh Alamsyah



ü   




E.  Pembahasan
Darah tersusun atas plasma dan sel darah. Sel darah mencakup eritrosit, leukosit, dan trambosit. Plasma darah mengandung sekitar 90% air dan berbagai zat terlarut atau tersuspensi didalamnya. Zat tersebut dapat berupa protein plasma, sari makanan, berbagai ion, bahan yang di buang di dalam tubuh, dan bahan lain yang biasanya terdapat dalam darah seperti hormon, gas, respiratori, vitamin, dan enzim. Darah yang terdapat dalam tubuh khususnya diarteri warnanya merah muda, sedangkan yang terdapat divena warnanya  merah tua. Jumlah darah tergantung dari jenis hewan, pada manusia jumlah darah adalah 5-8% berat badan atau 5600 ml pada orang yang beratnya 70 kg. Golongan darah adalah ciri khusus darah dari suatu individu karena adanya perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah merahnya. Dua jenis penggolongan darah yang paling penting adalah ABO dan Rhesus (faktor Rh). Golongan darah seseorang ke dalam tubuh orang lain melalui pembuluh darah vena.
Alel ganda (multiple alleles) adalah adanya lebih dari satu alel pada lokus yang sama. Pada manusia, hewan dan tumbuhan dikenal beberapa sifat keturunan yang ditentukan oleh suatu seri alel ganda. Untuk golongan darah tipe ABO misalnya, dikenal oleh alel ganda IA, IB, dan i. Sebagaimana kita ketahui bahwa pengertian alel ganda ialah bahwa dalam suatu populasi individu jumlah jenis alel pada suatu lokus terdapat lebih dari dua. Contoh yang sudah cukup luas dikenal ialah golongan darah pada manusia. Golongan darah manusia adalah herediter (keturunan), gen untuk golongan darah ini, ditentukan oleh alel ganda, dan berhubungan dengan itu, maka seseorangg mempunyai arti penting dalam kehidupan.
Jika seseorang dengan golongan darah A, berarti dalam membran eritrositnya mengandung antigen tipe A. Sel darah seseorang yang bergolongan B mengandung antigen tipe B. Seseorang dengan golongan darah AB, memiliki antigen A dan B, dan seseorang dengan golongan darah O pada membrane eritrositnya tidak mengandung antigen sama sekali.
Antibodi lawan antigen A tidak terdapat dalam plasma darah orang bergolongan darah A, namun terdapat dalam plasma darah orang bergolongan darah B, dan sebaliknya. Jadi plasma darah golongan darah A mengandung antibody anti-B, plasma darah golongan darah B mengandung antibody anti-A; plasma darah golongan darah AB tidak mengandung antibody anti-A dan anti-B; dan plasma darah golongan darah O mengandung antibodi anti-A maupun anti-B.
Berdasarkan hasil penggolongan darah diperoleh:
a)      Mahasiswa yang mempunyai golongan darah A ada tujuh orang dengan Rh pada tujuh orang tersebut adalah positif (+). Darah yang ditetesi antibodi A akan menggumpal yang menandakan bahwa orang tersebut memiliki golongan darah A sedangkan darah yang diteteskan antibodi B tidak menggumpal. Untuk Rh yang mempunyai tanda positif (+) berarti memiliki sistem kekebalan yang baik. Golongan darah A mempunyai antigen A.
b)      Mahasiswa yang mempunyai golongan darah B ada tujuh orang dengan Rh yang semuanya positif (+). Darah yang ditetesi antibodi A tidak akan menggumpal sedangkan darah yang diteteskan antibodi B akan menggumpal yang menandakan orang tersebut mempunyai golongan darah B. Kedelapan mahasiswa ini memiliki Rh positif yang menandakan mereka memiliki sistem kekebalan yang baik. Golongan darah B mempunayai antigen B.
c)      Tidak ada mahasiswa yang memiliki golongan darah AB. Menurut teori darah yang mempunyai antigen A dan antigen B jika diteteskan antibodi A dan antibodi B akan memggumpal. Golongan darah AB dapat menerima semua donor golongan darah tetapi hanya dapat mendonorkan darahnya ke sesamanya.
d)     Mahasiswa yang mempunyai golongan darah O ada delapan orang dengan Rh yang semuanya positif (+). Darah yang ditetesi antibodi A dan B tidak akan menggumpal yang menandakan orang tersebut mempunyai golongan darah O. Kedelapan mahasiswa ini memiliki Rh positif yang menandakan mereka memiliki sistem kekebalan yang baik. Golongan darah O mengandung antibodi anti-A maupun anti-B.
F.   Kesimpulan
Adapun kesimpulan pada praktikum ini yaitu Uswatul hasanah dan Firmansyah bergolongan darah B dimana antibodinya adalah β dan antigennya α, Lutfiah Rahim, A. Nurfadhilah dan Abd Rukman bergolongan darah O, dimana memiliki antigen α dan β serta antibodinya tidak ada.
G. Daftar Pustaka
Hartati, Rekayasa Genetika. Malang : UMM Press, 2002.
Mushawir, Taiyeb. Fisiologi Hewan. Makassar : Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin, 2008.
Suryo. Genetika Strata 1. Yogyakarta : UGM Press, 2008.
Yasa. Sistem Peredaran Darah Manusia. Blog Yasa. http://yasanet. blogspot. com/ 2009 _10_01_archive.html (Diakses pada tanggal 18  Jannuari 2013).

















Lampiran
Analisis Data golongan darah
Golongan darah A       = Jumlah mahasiswa golongan darah A    x 100%
                                                Jumlah mahasiswa
                                    = 7  x 100%
                                       22
                                    = 31,81%
Golongan darah B        = Jumlah mahasiswa golongan darah B    x 100%
                                                Jumlah mahasiswa
                                    = 7  x 100%
                                       22
                                    = 31,81%
Golongan darah O       = Jumlah mahasiswa golongan darah O    x 100%
                                                Jumlah mahasiswa
                                    = 8  x 100%
                                       22
                                    = 36,36%
Golongan darah AB     = Jumlah mahasiswa golongan darah AB    x 100%
                                                Jumlah mahasiswa
                                    = 0  x 100%
                                       10
                                    = 0%


Tidak ada komentar:

Posting Komentar