Kamis, 23 Mei 2013

Poligen



A.  Tujuan
Adapun tujuan dilakukannya praktikum ini yaitu mengamati sebaran fenotip pada sifat yang ditentukan oleh banyak gen dan mengamati kelompok kelas fenotip tinggi badan dalam populasi.
B.  Dasar Teori
Pewarisan sifat yang dikendalikan oleh poligen tersebut pertama kali ditemukan pada tanaman tembakau (Nicotiana tabacum) oleh J. Kolreuter (1760). Saat menyilangkan tanaman dengan dua sifat beda, keturunan yang didapat pada F1 adalah intermediet, sedangkan F2 terdapat banyak variasi antara kedua tanaman induknya. Sifat keturunan terlihat berderajat berdasarkan intensitas dari ekspresi sifat itu. Pewarisan sifat yang dikendalikan oleh poligen dapat terjadi baik pada tumbuhan, hewan, maupun manusia. Contoh poligen pada tumbuhan adalah warna biji pada tanaman gandum,panjang bunga tembakau serta berat buah tomat. Contoh poligen pada manusia adalah perbedaan pigmentasi kulit, jumlah rigi dermal dan tinggi badan (Sukarni, 2012).
Poligen merupakan suatu seri gen ganda yang menentukan sifat secara kuantitatif. Pada pewarisan sifat, kita dapat menemukan adanya variasi sifat yang diturunkan. Hal ini disebabkan oleh gen ganda (multiple gen / poligen). Dalam hal ini, pewarisan sifat dikendalikan oleh lebih dari satu gen pada lokus yang berbeda dalam kromosom yang sama atau berlainan (Campbell, 2004).
Setiap manusia di dunia ini pasti berbeda. Salah satunya adalah bentuk garis-garis pada jari, atau yang lazim kita sebut sebagai 'sidik jari'. Karena sidik jari bersifat unik, setiap orang yang hidup di bumi mempunyai bentuk sidik jari yang berlainan. Karena sifat unik inilah, sidik jari dijadikan sebagai salah satu bukti identitas seseorang yang berlaku secara internasional. Ternyata sidik jari baru mulai diperhatikan pada akhir abad ke-19. Berawal dari tulisan seseorang ilmuwan Inggris Henry Faulds pada 1880 yang menyatakan bahwa sidik jari orang-orang tak berubah sepanjang hayat mereka, dan bahwa terdakwa-terdakwa bisa diyakinkan dengan sidik jari yang mereka tinggalkan di permukaan benda seperti kaca. Dalam genetika kuantitatif, konsep poligen berarti banyak gen digunakan untuk menjelaskan terbentuknya sifat kuantitatif. Ronald Fisher (1918) dapat menjelaskan bahwa sifat kuantitatif terbentuk dari banyak gen dengan pengaruh kecil, yang masing-masing bersegregasi menuruti teori Mendel. Karena pengaruhnya kecil, fenotipe yang diatur oleh gen-gen ini dapat dipengaruhi oleh lingkungan. Meskipun demikian, penjelasan Fisher ini tetap menempatkan "gen-gen" yang mengatur sifat kuantitatif sebagai sesuatu yang abstrak karena hanya merupakan konsep. (Suryo, 1994).
Klasifikasi sidik jari yang digunakan secara luas adalah sistem Henry dan variasi-variasinya yang diperkenalkan oleh Edward Henry (1899). Klasifikasi sidik jari adalah membagi data pola garis alur sidik jari kedalam kelompok-kelompok kelas ciri yang menjadi karakteristik sidik jari tersebut yaitu untuk memercepat proses identifikasi. Ada dua jenis kategori sidik jari yaitu kategori bersifat umum (global) dan kategori yang bersifat khusus (lokal) yaitu untuk menggambarkan ciri-ciri khusus individual, seperti jumlah minutiae, jumlah dan posisi inti (core), dan jumlah dan posisi delta. Beberapa sifat keturunan dapat ditentukan oleh gen autosomal dan ada juga yang ekspresinya dipengaruhi oleh jenis kelamin (sex). Sifat tersebut dapat tampak pada kedua jenis kelamin, tetapi pada salah satu jenis kelamin ekspresinya lebih besar dibandingkan jenis kelamin lainnya (Suratsih, 2003).
C.  Metode Praktikum
Adapun metode praktikum yang dilakukan yaitu:
1.      Alat dan Bahan
Adapun alat dan bahan yang digunakan pada praktikum ini yaitu buku catatan, mistar dan masing-masing praktikum.
2.      Cara Kerja
Adapun cara kerja yang dilakukan yaitu:
a.       Menyiapkan laat dan bahan yang akan digunakan dalam percobaan.
b.      Tiap kelompok mengukur tinggi badan setiap anggota kelompoknya.
c.       Model pembelajaran jigsaw diterapkan untuk setiap kelompok agar data kelas dapat dikumpulkan dalam waktu singkat.
d.      Data kelas yang telah dikumpulkan dikelompokkan dalam interval kelas.
e.       Data yang telah dikelompokkan dimasukkan ke dalam grafik sebaran frekuensi.
f.       Grafik sebaran frekuensi terdiri atas garis sumbu X mengenai interval kelas dan garis sumbu Y mengenai frekuensi.
g.      Membuat analisis dan kesimpulannya.
3.      Waktu dan Tempat
Adapun waktu dan tempat dilakukannya praktikum ini yaitu :
Hari/ Tanggal    : Rabu/ 23 Januari 2013
Pukul                : 13.00 – 15.00 WITA
Tempat             : Laboratorium Zoologi lantai II
Fakultas Sains dan  Teknologi
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Samata-Gowa.
D.  Hasil Pengamatan
Adapun hasil pengamatan pada praktikum ini adalah sebagai berikut:
1.      Data kelompok
Table 1. Daftar Interval Tinggi Badan per kelompok
No.
Nama
Ukuran tinggi badan (cm)
1.
Uswatul hasanah
148 cm
2.
A. Nurfadhilah
154 cm
3.
Lutfiah Rahim
148 cm
4.
Hartati
150 cm
5.
Firmansyah
164 cm
6.
Abd Rukman
172cm

2.      Data kelas
Table 5. Daftar Interval Tinggi Badan per kelas
No
Nama
Ukuran tinggi badan (cm)
1
Abd Rukman
172
2
A.    Nurfadhilah
154
3
Andi Te’ne Hasriana
152
4
Asbar Hamzah
168
5
Uswatul Hasanah
148
6
Ayu Lestari
148
7
Devi Armita
150
8
Fatima sari
153
9
Firmansyah
164
10
Hafizah Al amanah
155
11
Hajrah
150
12
Harlina
162
13
Hastina
158
14
Hartati
150
15
Hasmawati
155
16
Ija Mustika sari
152
17
Irda
153
18
Indrawati Sahaba
148
19
Ika Wardani
150
20
Lutfiah Rahin
148
21
Muh Alamsyah
175
22
Mitasari
150


E.  Pembahasan
Pada pewarisan sifat, kita dapat menemukan adanya variasi sifat yang diturunkan. Hal ini disebabkan oleh gen ganda (multiple gen / poligen). Poligen merupakan suatu seri gen ganda yang menentukan sifat secara kuantitatif. Dalam hal ini, pewarisan sifat dikendalikan oleh lebih dari satu gen pada lokus yang berbeda dalam kromosom yang sama atau berlainan. Pewarisan sifat yang dikendalikan oleh poligen dapat terjadi baik pada tumbuhan, hewan, maupun manusia. Contoh poligen pada tumbuhan adalah warna biji pada tanaman gandum, panjang bunga tembakau serta berat buah tomat. Contoh poligen pada manusia adalah perbedaan pigmentasi kulit, sidik jari, bibir sumbing dan tinggi badan.
Pada pengamatan kali ini sifat poligen yang paling dominan ditunjukkan oleh mahasiswa dengan tinggi badan 150cm dimana mencapai jumlah terbanyak yaitu sebanyak 5 orang. Adapun poligen terendah diperoleh untuk mahasiswa dengan tinggi badan yang bervariasi antara lain 154cm, 158cm, 160cm, 164cm, 168cm, 172cm serta 175cm dengan jumlah masing-masing sebanyak 1 orang. Hal demikian sesuai dengan teori dimana pada umumnya laki-laki mempunyai ukuran tinggi badan 140cm + (5 x 6cm) = 170cm. Sedangkan pada perempuan memiliki ukuran tinggi badan yaitu 140cm (2 x 6cm) = 152cm. Jadi apabila kedua orang itu menikah, maka anak-anak mereka dapat memiliki ukuran tinggi badan yang berbeda-beda. Oleh karena itu tinggi badan orang ditentukan oleh poligen maka tidak mengherankan bahwa seorang anak dapat mempunyai ukuran badan yang lebih tinggi daripada orangtuanya.
F.   Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari praktikum ini yaitu sebaran fenotip pada sifat yang ditentukan oleh banyak gen yaitu tinggi badan, bibir sumbing, pigmentasi kulit dan sidik jari. Pada sifat poligen yang paling dominan ditunjukkan oleh mahasiswa dengan tinggi badan 150cm dimana mencapai jumlah terbanyak yaitu sebanyak 5 orang. Adapun poligen terendah diperoleh untuk mahasiswa dengan tinggi badan yang bervariasi antara lain 154cm, 158cm, 160cm, 164cm, 168cm, 172cm serta 175cm dengan jumlah masing-masing sebanyak 1 orang. Sedangkan kelas fenotip tinggi badan dalam populasi adalah ditunjukkan oleh mahasiswa dengan tinggi badan 148cm sebanyak 2 orang, dan dengan tinggi badan 150cm, 154cm, 164cm dan 173cm dengan jumlah masing-masing sebanyak 1 orang.
G. Daftar Pustaka
Campbell, Neil A, Jane B. Reece, dan Lawrence G. Mitchell. Biologi Jilid I. Jakarta: Erlangga, 2002.
Suryo. Genetika Manusia. Yogyakarta : UGM Press, 1994.
Suratsih. Genetika. Yogyakarta : UNY Press, 2003.
Sukarni. Alel Ganda. http://alel ganda/4/01/2012-laporan.com (Diakses pada tanggal 25 Januari 2013).




















Analisis Data
1.      Interval Data Kelas
Table 3. Daftar Interval Tinggi Badan Seluruh Populasi
No.
Interval tinggi badan
Jumlah
1.
148
4
2.
150
5
3.
152
2
4.
153
2
5.
154
1
6.
155
2
7.
158
1
8.
160
1
9.
164
1
10.
168
1
11.
172
1
12.
175
1
2.      Grafik